Pengurus P2TP2A Ikuti Bimtek

CIREBON – Dalam rangka memberikan pembekalan bagi pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), digelar bimbingan teknis (bimtek). Tempatnya di aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon.

Hadir langsung Kepala DP3APPKB Suwarso Budi Winarno AP MSi, Ketua Jabar Bergerak Kota Cirebon Madyawati SH, Kabid Perlindungan Anak Haniyati, Ketua Harian P2TP2A dr Hj Junny Setyawati MKM.

Suwarso menjelaskan, hadirnya P2TP2A sejak tahun 2009, adalah untuk memberi layanan terhadap pencegahan, penanganan dan pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Kota Cirebon. P2TP2A, kata dia, adalah pusat layanan yang terintegrasi dalam upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dari berbagai jenis diskriminasi serta tindak kekerasan, termasuk trafficking (perdagangan orang).

Layanan P2TP2A Kota Cirebon meliputi konsultasi hukum, konsultasi kesehatan reproduksi, konsultasi psikologis, pemulihan trauma dan krisis, konsultasi wirausaha, perlindungan korban, pendampingan korban dan lain-lain.

Sejak terbentuk hingga saat ini, P2TP2A sangat responsif terhadap permasalahan perempuan dan anak di wilayah Kota Cirebon. P2TP2A Kota Cirebon juga banyak menerima pengaduan dan menangani kasus dari luar wilayah Kota Cirebon.

“Terima kasih atas jerih payah dan dedikasi para pengurus P2TP2A Kota Cirebon dalam melaksankan tugasnya, sehingga bisa menjadi lembaga kreatif dan inovatif di tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Suwarso mengucapkan terima kasih kepada dr Hj Junny Setyawati yang akan memimpin P2TP2A sebagai ketua harian. Tentunya akan melanjutkan program dan kegiatan P2TP2A yang telah dirintis oleh drg Siska Liliana Muliadi.

Pihaknya berharap, pengurus P2TP2A dapat berperan aktif dan berkontribusi, serta secara konsisten memperjuangkan hak–hak perempuan dan anak Kota Cirebon. Sehingga para perempuan dan anak–anak Kota Cirebon dapat terlindungi dari segala bentuk kekerasan, eskploitasi dan diskriminasi.

Sementara itu, Madyawati mengatakan, orang bermanfaat adalah yang berguna bagi orang lain. Walaupun menjadi orang bermanfaat tidak mudah, setidaknya ada dua syarat lain. Yakni memiliki sesuatu yang bermanfaat dan bersedia memberikan manfaat apa yang ia miliki kepada yang lain. 

Menjadi bermanfaat, membuat hidup penuh arti dan tujuan. Seperti menjadi relawan maupun memberi sedekah kepada mereka yang membutuhkan.

“Membuat kita menjadi pribadi yang rendah hati, tapi bukan rendah diri. Ini semua membuat kehidupan yang selama ini kita jalani, memiliki banyak arti dan manfaat untuk orang lain,” ujarnya. (abd/adv)

Sumber :https://www.radarcirebon.com/2021/10/29/pengurus-p2tp2a-ikuti-bimtek/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *